INFORMASI OTOMOTIF Penjualan kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia kini berada di posisi kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) setelah disalip Malaysia sepanjang 2026. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, mengatakan dinamika pasar otomotif di kawasan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah masing-masing negara. Menurut dia, perubahan kebijakan dapat berdampak langsung terhadap kinerja penjualan di setiap pasar.
Oleh karena itu, tidak mengherankan bila dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran posisi antarnegara di kawasan ASEAN.
“Kalau kita lihat di ASEAN, memang ada negara yang naik dan ada juga yang turun. Dari kami di Gaikindo, itu sangat tergantung pada kebijakan pemerintah yang precise dan terukur,” . Ia pun mengakui bahwa saat ini posisi Indonesia berada di bawah Malaysia dari sisi penjualan mobil tahunan.
Padahal sebelumnya pasar otomotif nasional selalu menempati posisi teratas jauh melebihi negara lain di ASEAN. “Kalau kita berbicara Malaysia, memang dia tumbuh dan mengalahkan kita. Sekarang kita jadi nomor dua. Salah satunya, karena memang daya beli kita yang melambat tahun lalu,”
Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation (AAF) yang diperoleh redaksi, penjualan mobil di Malaysia sepanjang 2025 mencapai 820.752 unit, naik sekitar 0,5 persen dibanding 2024 yang tercatat 816.747 unit.
Sementara itu, penjualan mobil di Indonesia pada 2025 tercatat 803.687 unit, turun sekitar 7,2 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 865.720 unit. Adapun Thailand yang sebelumnya kerap menempati posisi kedua pasar otomotif di kawasan kini berada di peringkat tiga dengan penjualan 604.755 unit.
Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Vietnam yang mencatat 604.134 unit pada 2025. Jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 304.142 unit, penjualan mobil di kawasan ini melonjak sekitar 98,6 persen. Meski begitu, Putu menilai fondasi industri otomotif nasional sebenarnya masih cukup kuat.
Berbagai program yang telah berjalan, seperti peningkatan kandungan lokal dalam produksi kendaraan, dinilai berperan penting memperkuat sektor manufaktur otomotif.